Kamis, 25 Desember 2014

peraduan

Kau bagaikan merpati yang bisa terbang
Sesuka hatimu
Sedang aku??
Aku hanya bagaikan siput yang berjalan
Satu langkah saja harus susah payah untuk menjalaninya
Aku yang selalu dilanda gelap dan sunyi
Yang hanya bisa tersenyum dikala terbit sang matahari
Aku sadari itu semusemu
Tapi biarlah
Meski dari lubuk hati terdalam mengadu kepada Tuhan

Selasa, 02 Desember 2014

hadir mu dan cinta

Cinta itu bukan tercipta dari akal
Namun cinta ada dari perasaan melalui hati
Laksana angin yang tak nampak
Namun bisa dirasakan
Tak banyak kata yang bisa ku beri
Cukup kau tatap mataku dan lihat senyum ku
Berjuta cinta bermuara disana

Ketika aku bisa bicara banyak dengan mu
Walaupun pembicaraan tak penting
Tapi, aku merasa bahagia di sampingmu
Dan Itu yang mrmbuat aku rindu

Kamu itu seperti sebuah impian yang kandas menepi
Saat air hujan memberikan harapan
Pada tanah yang kering kerontang
Hadir mu dalam relung jiwaku
Berawal dari mimpi kecil di masa kecilku.
Saat aku mengenal mu "Dwiky"

Kamis, 27 November 2014

Pintaku pagi ini

Ya Allah, tolong lembutkan hati dia
Untuk terima ku seadanya
Karna ku tak sanggup
Karna ku tak mampu
Sendiri tanpa dia di sisiku

Ya Allah, aku tau banyak dosaku
Hanya ingat Engkau kala duka ku
Namun hanya Engkau yang mampu membuka
Pintu hatinya untuk cintaku

Angin bawalah rinduku
Untuk dirinya yang jauh dari ku
Agar dia tidak kesepian
Beri tahu dia
Karena selalu ada rasa cinta tulus disini untuknya

Embun bawa air mataku
Yang mengalir menahan sakit karena rindu ku
Agar dia tau ku tersiksa
Tanpa cinta dia di hatiku

Sebuah kata "Perhatian"

Terkadang orang berhenti memberi perhatian kepadamu bukan karena bosan, tapi karena perhatianya tak lagi kau hiraukan.
Tapi percayalah kau akan merindukan perhatian yang hilang darimu.
Maka jangan kau abaikan orang yang memberi perhatian kepadamu saat ini, dan ketahuilah.. dia perhatian karena dia sayang kepadamu.

Senin, 17 Februari 2014

jalan, sinar dan bulan emas

Hanya ada jalan setapak terbentang panjang
Hanya ada setitik sinar menuntun langkah kaki
Sebuah mata bening air mengalir di depan bak cermin
 begitu bening mengulir mememecah hening
Tak mampu menahan tangis ketika tangan datang menuju rembulan emas
Enggan untuk berpisah
Enggan untuk kembali