Dimana jejak langkah ku beranjak
Ta tau... Atau memang ta mau tau?
Tamparlah aku jika aku ta sadarkan diri
Lorong waktu ku terasa abstrak
Hidup ini nyata adanya
Raga ini nyata bernyawa
Hati ini nyata kebenarannya
Waktu kian berputar dan terus berputar
Sedetik pun tak ada izin untuk berenti
Namun aku masih saja disini
Diatas kursi tua yang sudah dimakan usia
Kenapa? Kenapaa? dan kenapaa?
Salahkah aku?
Atau salahkah dia?
Atau salahkah mereka?
Ato bahkan semua salah?
Ah sudahlah... ta usah sibuk mencari sebuah kata salah
silahkann...
Sentuh aku dengan senjatamu
Peluk aku dengan cacianmu
Belai aku dengan makian mu
puji aku dengan hinaan mu
Manjakan aku dengan cibiran mu
Akan ku terima dengan kdua tangan yang ku miliki
Meski air mata menetes hingga pucuk hidung pesek ku
Namun ta kan ku biarkan matamu melihat indahnya air mata ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar